Mutasi Pejabat Majalengka Dianggap Tidak Profesional

Read Time:3 Minute, 39 Second

Diduga Gara-gara Proyek Hutan Kota, Seorang Pejabat Dimutasi dan dianggap tidak profesional

Majalengka,(Sinarmedia).

Inovasi baru yakni sistem layanan dan manajemen ASN yang digagas kepala BKPSDM Irfan Nur Alam dan diluncurkan oleh Bupati Majalengka Karna Sobahi bulan oktober lalu untuk meningkatkan profesionalisme  ASN hanyalah isapan jempol belaka.Nyatanya dalam mutasi pejabat yang digelar  pada Kamis (30/11) lalu sistem itu tidak berlaku, mutasi bahkan dinilai sejumlah kalangan cenderung “amburadul” dan tidak profesional.

Dalam peluncuran sistem layanan dan Manajemen ASN Bupati Karna menyatakan sistem itu untuk menghilangkan stigma like or dislike dalam pengangkatan ASN di jabatan tertentu oleh kepala daerah.Menurut  Karna  dengan sistem itu pengangkatan pejabat sesuai dengan  kompetensi yang dimiliki.

Pernyataan Bupati tersebut  tidak sesuai dengan kenyataan karena faktanya  banyak penempatan pejabat tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan  bahkan keahlianya ,mutasi pejabat itu  cenderung menonjolkan like or dislike .

Salah seorang pengamat kebijakan publik, Deni Sail menyayangkan sikap Bupati Karna yang inkonsisten  tehadap kebijakan yang dibuatnya sendiri.Sistem yang tidak mudah dan tidak murah itu mestinya diimplementasikan untuk memberi kesan positif di akhir masa jabatanya kepada para ASN.

Selama  beberapa kali mutasi  yang dilakukan Karna selama masa jabatanya pelaksanaan mutasi cenderung  amburadul dan tidak profesional. Ada sejumlah pejabat ditempatkan  pada jabatan yang tidak sesuai dengan keilmuan atau latar belalakang pendidikanya. Selain itu sering kali pula pejabat dimutasikan padahal pejabat tersebut baru beberapa bulan menduduki jabatan tersebut.

Kebijakan bupati dalam mutasi selama ini menimbulkan keresahan di antara ASN karena  banyak ASN tidak nyaman karena jabatanya selalu merasa terancam akibat pola karier yang tidak jelas. Sistem yang baru diluncurkan itu  tujuanya bagus tapi sayang tidak diimplementasikan.

Salah satu pejabat yang  menjadi sorotan  dalam mutasi  kali ini adalah mutasinya Vera Juntriesta Vardhani  ST .MT. dari Kabid Tata Bangunan  Dinas PUTR menjadi Sekretaris Kecamatan ( Sekcam) Ligung.

Banyak kalangan menduga dimutasinya Vera itu berkaitan dengan masalah  gagalnya pelelangan hutan kota senilai Rp. 12 Miliar.  Seperti diketahui Vera menolak hasil lelang karena ada perbedaan pendapat dengan ULP hingga lelang tersebut dibatalkan.  

Ironisnya posisi Vera digantikan oleh Deni Rahman S.Pd. Yang merupakan sarjana pendidikan  bukan latar belakang sarjana teknik sipil. Bukan hanya Deni ada sejumlah pejabat lainya yang begelar S.Pd. tapi  menempati jabatan struktural lainya seperti Iwan Sugiono S.Pd menjadi Kasi pemerintahan (Kasi.Pem) dan pelayanan Umum (Yan Um ) Kec. Rajagaluh.

Oo Darsono S.Pd.menjadi Kasie Pem dan Yan Um Kec.Argapura, Nia Eva Kuswanti SPd. Kasubag Keuangan Satpol PP, Karnata S.Pd. Kasie Trantibum  Kec.Palasah, Dr.H.Oman Surahman S.Pd.MM. Sekcam Leuwimunding, H.Yaya Sunarya S.Pd.Kabid  ketertiban umum di Sarpol PP, Hilman Sukmana S.Pd. Sekcam Bantarujeg.

Sementara itu banyak pula yang berlatar belakang pendidikan kesehatan tapi menempati jabatan struktural yang bukan bidangnya diantaranya Agus Heriyanto  S.Kep.Ners  menjadi  Camat  Bantarujeg. H.Akim  AM.Kep.Kasie Trantibum Kec. Rajagaluh, Hj.Suvara Fitriyani S.Tr.Keb. menjadi Kasubag Umum dan Kepegawaian Kec.Rajagaluh.

Mochamad  Yusuf S.Kep.Ners. menjadi Kasubag umum dan Kepegawaian Kec.Sindangwangi, Sri Holisah A.Md.Keb.S.KM. menjadi menjadi kasie Kesos Kelurahan Sindangkasih, Indri Wulandari S.Farm. menjadi kasie pembangunan dan pemberdayaan masyarakat kec. Sumberjaya .

Otong Hedriana S.kep.Ners. menjadi Kasie Kesos Kec. Kasokandel, Eros Rosilah menjadi Kasubag Umum dan kepegawaian kec.Panyingkiran, Hj.Heni Indrayani S.Kep.Ners. menjadi Kasie Kesos kec.Panyingkiran, Jeje Jaenudin  S.Kep.Ners. menjadi Kasubag keuangan,PEP. Kec.Talaga, Yulitawati  S.Tr.Keb. menjadi kasie pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Kelurahan Majalengka.

Selain itu dalam mutasi sebelumnya terdapat penempatan pejabat yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikanya seperti  penempatan H.Ida Heriyani S.KM.MH.Kes .sebagai kepala dinas  Pariwisata dan Kebudayaan . Sebelumnya Ida sempat menduduki jabatan  Camat hanya sekitar 2 bulan sebelum  menjadi kepala dinas.

Ada pula nama Ucu Supriatna S.Sos .M.Epid  ia sudah beberapa tahun  menduduki jabatan kepala bidang Informatika dinas Kominfo  padahal ia  adalah  ahli Epidemiologi.Indrayanto ST.MT.  ia adalah sarjana tehnik sipil kini  menjadi Sekretaris kecamatan Sindang.  Selain ini masih benyak pejabat lain yang penempatanya tidak sesuai dengan latar belakang  pendidikan.

Sekretaris daerah ( Sekda)  Majalengka H. Eman Suherman saat dikonfirmasi Sinarmedia terkait dengan mutasi enggan berkomentar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
40 %
Excited
Excited
7 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
47 %
Surprise
Surprise
7 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




Enter Captcha Here :

Previous post Sejumlah Fraksi Sepakat Akan Interpelasi Bupati Majalengka
Next post Bupati Karna Sobahi Mangkir di Interpelasi