Mutasi Pejabat Majalengka Dianggap Tidak Profesional
Diduga Gara-gara Proyek Hutan Kota, Seorang Pejabat Dimutasi dan dianggap tidak profesional
Majalengka,(Sinarmedia).
Inovasi baru yakni sistem layanan dan manajemen ASN yang digagas kepala BKPSDM Irfan Nur Alam dan diluncurkan oleh Bupati Majalengka Karna Sobahi bulan oktober lalu untuk meningkatkan profesionalisme ASN hanyalah isapan jempol belaka.Nyatanya dalam mutasi pejabat yang digelar pada Kamis (30/11) lalu sistem itu tidak berlaku, mutasi bahkan dinilai sejumlah kalangan cenderung “amburadul” dan tidak profesional.
Dalam peluncuran sistem layanan dan Manajemen ASN Bupati Karna menyatakan sistem itu untuk menghilangkan stigma like or dislike dalam pengangkatan ASN di jabatan tertentu oleh kepala daerah.Menurut Karna dengan sistem itu pengangkatan pejabat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Pernyataan Bupati tersebut tidak sesuai dengan kenyataan karena faktanya banyak penempatan pejabat tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan bahkan keahlianya ,mutasi pejabat itu cenderung menonjolkan like or dislike .
Salah seorang pengamat kebijakan publik, Deni Sail menyayangkan sikap Bupati Karna yang inkonsisten tehadap kebijakan yang dibuatnya sendiri.Sistem yang tidak mudah dan tidak murah itu mestinya diimplementasikan untuk memberi kesan positif di akhir masa jabatanya kepada para ASN.
Selama beberapa kali mutasi yang dilakukan Karna selama masa jabatanya pelaksanaan mutasi cenderung amburadul dan tidak profesional. Ada sejumlah pejabat ditempatkan pada jabatan yang tidak sesuai dengan keilmuan atau latar belalakang pendidikanya. Selain itu sering kali pula pejabat dimutasikan padahal pejabat tersebut baru beberapa bulan menduduki jabatan tersebut.
Kebijakan bupati dalam mutasi selama ini menimbulkan keresahan di antara ASN karena banyak ASN tidak nyaman karena jabatanya selalu merasa terancam akibat pola karier yang tidak jelas. Sistem yang baru diluncurkan itu tujuanya bagus tapi sayang tidak diimplementasikan.
Salah satu pejabat yang menjadi sorotan dalam mutasi kali ini adalah mutasinya Vera Juntriesta Vardhani ST .MT. dari Kabid Tata Bangunan Dinas PUTR menjadi Sekretaris Kecamatan ( Sekcam) Ligung.
Banyak kalangan menduga dimutasinya Vera itu berkaitan dengan masalah gagalnya pelelangan hutan kota senilai Rp. 12 Miliar. Seperti diketahui Vera menolak hasil lelang karena ada perbedaan pendapat dengan ULP hingga lelang tersebut dibatalkan.
Ironisnya posisi Vera digantikan oleh Deni Rahman S.Pd. Yang merupakan sarjana pendidikan bukan latar belakang sarjana teknik sipil. Bukan hanya Deni ada sejumlah pejabat lainya yang begelar S.Pd. tapi menempati jabatan struktural lainya seperti Iwan Sugiono S.Pd menjadi Kasi pemerintahan (Kasi.Pem) dan pelayanan Umum (Yan Um ) Kec. Rajagaluh.
Oo Darsono S.Pd.menjadi Kasie Pem dan Yan Um Kec.Argapura, Nia Eva Kuswanti SPd. Kasubag Keuangan Satpol PP, Karnata S.Pd. Kasie Trantibum Kec.Palasah, Dr.H.Oman Surahman S.Pd.MM. Sekcam Leuwimunding, H.Yaya Sunarya S.Pd.Kabid ketertiban umum di Sarpol PP, Hilman Sukmana S.Pd. Sekcam Bantarujeg.
Sementara itu banyak pula yang berlatar belakang pendidikan kesehatan tapi menempati jabatan struktural yang bukan bidangnya diantaranya Agus Heriyanto S.Kep.Ners menjadi Camat Bantarujeg. H.Akim AM.Kep.Kasie Trantibum Kec. Rajagaluh, Hj.Suvara Fitriyani S.Tr.Keb. menjadi Kasubag Umum dan Kepegawaian Kec.Rajagaluh.
Mochamad Yusuf S.Kep.Ners. menjadi Kasubag umum dan Kepegawaian Kec.Sindangwangi, Sri Holisah A.Md.Keb.S.KM. menjadi menjadi kasie Kesos Kelurahan Sindangkasih, Indri Wulandari S.Farm. menjadi kasie pembangunan dan pemberdayaan masyarakat kec. Sumberjaya .
Otong Hedriana S.kep.Ners. menjadi Kasie Kesos Kec. Kasokandel, Eros Rosilah menjadi Kasubag Umum dan kepegawaian kec.Panyingkiran, Hj.Heni Indrayani S.Kep.Ners. menjadi Kasie Kesos kec.Panyingkiran, Jeje Jaenudin S.Kep.Ners. menjadi Kasubag keuangan,PEP. Kec.Talaga, Yulitawati S.Tr.Keb. menjadi kasie pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Kelurahan Majalengka.
Selain itu dalam mutasi sebelumnya terdapat penempatan pejabat yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikanya seperti penempatan H.Ida Heriyani S.KM.MH.Kes .sebagai kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan . Sebelumnya Ida sempat menduduki jabatan Camat hanya sekitar 2 bulan sebelum menjadi kepala dinas.
Ada pula nama Ucu Supriatna S.Sos .M.Epid ia sudah beberapa tahun menduduki jabatan kepala bidang Informatika dinas Kominfo padahal ia adalah ahli Epidemiologi.Indrayanto ST.MT. ia adalah sarjana tehnik sipil kini menjadi Sekretaris kecamatan Sindang. Selain ini masih benyak pejabat lain yang penempatanya tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan.
Sekretaris daerah ( Sekda) Majalengka H. Eman Suherman saat dikonfirmasi Sinarmedia terkait dengan mutasi enggan berkomentar.