Kepengurusan YPPM UNMA Diprotes,Diduga Menyalahi Aturan dan Nepotisme
Majalengka,(Sinarmedia).-
Sejumlah kalangan termasuk sejumlah akademisi di Universitas Majalengka ( UNMA) menolak kepengurusan Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka ( YPPM) yang menaungi Universitas Majalengka ( UNMA).Penolakan terhadap kepengurusan Yayasan tersebut karena proses pembentukanya dianggap tidak melalui prosedur yang benar dan berbau nepot isme.
Salah seorang dosen yang cukup senior yang sudah lama mengajar di UNMA Dody Kusmayadi mengaku cukup prihatin dengan terbentuknya organ Yayasan saat ini. Menurutnya ia tidak mempermasalahkan siapa yang duduk di kepengurusan YPPM tapi harus melalui prosedur yang benar sesuai aturan dan tidak berbau nepotisme.
Menurut Dody, ia tidak bisa tinggal diam ,sebagai orang yang sejak awal mengetahui dan terlibat dalam proses berdirinya UNMA sangat miris melihat kondisi yayasan sekarang ini. Ia melihat ada beberapa aturan yang diabaikan dalam pembentukan dewan Pembina,pengurus dan badan pengawas Yayasan hingga Akta notaris yang telah dibuat berpotensi cacat hukum.
Salah satu aturan yang diabaikan adalah Surat Edaran (SE) Ditjendikti No.3 tahun 2021 tentang larangan rangkap jabatan organ Yayasan dalam penyelenggaraan pendidikan. Menurut Dody dalam SE Ditjendikti tersebut disebutkan terhitung mulai tanggal 26 maret 2021 ,Pembina/Pengurus/Pengawas Yayasan dilarang merangkap jabatan sebagai Pimpinan/Dosen/Pegawai di perguruan tinggi yang diselenggarakanya.
Sementara itu tambah Dody,Pembina dan Pengurus serta badan Pengawas yang duduk di Yayasan saat ini adalah masih berstatus dosen aktif di UNMA yang merupakan dibawah naungan YPPPM.Selain itu dalam struktur kepengurusan Unma juga terindikasi nepotisme karena disitu ada Suami duduk di ketua dewan Pembina dan istrinya duduk di Bendahara Yayasan sementara anak dan menantunya juga masuk di jajaran badan pengawas.
Penunjukan H.Irwan bola sebagai ketua Yayasan dan Amiruddin Setiawan sebagai Sekretaris juga dipertanyakan , dipilihnya pengusaha bola itu menurut Dody cenderung bermuatan politis karena H.Irwan merupakan orang politik. Sementara Amiruddin yang ternyata punya kedekatan dengan H.Irwan juga dipertanyakan bisa masuk Yayasan ,selain sebagai dosen yang berstatus PNS juga juga merupakan orang baru di UNMA.
Menurut Dody masih banyak orang-orang yang lebih pantas duduk di Yayasan yang sudah jelas-jelas telah memberikan kontribusi positif bagi kemajuan UNMA.Dengan komposisi kepengurusan YPPM saat ini yang memasukan angggota keluarga dan orang-orang yang tidak berkompenten maka wajar saja bila mucul rasa pesimisme terhadap Kepengurusan Yayasan 2024-2029.
Sementara itu menurut sumber Sinarmedia , ada beberapa kejanggalan dalam proses pembentukan dewan Pembina,badan pengawas maupun pengurus Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka ( YPPM) periode 2024-2029. Beberapa kejanggalan diantaranya adalah dugaaan adanya kebohongan publik dalam akta notaris nomor 5 tanggal 14 juni 2024.
Dalam akta tercantum dasar penetapan organ pengurus dan pengawas Yayasan adalah rapat tanggal 30 April 2024 yang dilaksanakan di ruang VIP Restoran Sentosa Jalan Cipto kota Cirebon sedangkan secara de fakto rapat tersebut dilaksanakan di ruang rapat YPPM untuk menetapkan Badan Pembina,bukan rapat penetapanBadan pengawas dan pengurus.Rapat pada tanggal 30 April itu berakhir deadlock ditandai dengan keluarnya salah seorang anggota dewan Pembina.
Ini terlihat janggal karena belum ada rapat penetapan ketua dewan Pembina sementara Aceng Jarkasih yang merupakan anggota dewan Pembina sudah menyatakan diri sebagai ketua badan Pembina dan selanjutnya mengadakan rapat untuk menetapkan badan pengurus dan badan Pembina .
Sementara itu Aceng Jarkasih saat dikonfimasi Sinarmedia di rumahnya menyatakan bahwa apa yang dilakukan olehnya semata-mata demi menyelamatkan UNMA dari chaos. Disebutkanya, tanggal 30 April adalah habisnya masa jabatan badan Pembina,badan pengawas dan pengurus hingga ia mengambil inisiatif untuk mengundang rapat anggota badan Pembina.
Ketika disinggung proses pembentukan badan pengurus dan badan pengawas yang diduga menyalahi aturan ,Aceng menyatakan siap mempertanggung jawabkanya.ia tidak mau berkomentar banyak karena dalam waktu dekat akan ada jumpa pers yang akan didampingi oleh kuasa hukum Menanggapi adanya tuduhan nepotisme karena Istri serta anak dan menantunya masuk di kepengurusan serta badan pengawas Aceng menyatakan hal itu dilakukan karena dikejar waktu dan ketika ditawarkan kepada yang lain tidak bersedia. (Red).