Mantan Ketua KNPI Majalengka Prihatin  Ada Dinas Lakukan “Pungli”

Read Time:1 Minute, 40 Second

Majalengka,(Sinarmedia).-

Mantan ketua KNPI Majalengka Sulthan Saddam merasa prihatin  dan kecewa  ada dinas yang meminta sejumlah uang kepada para pengusaha  dengan dalih akan diberikan proyek.Namun setelah ditunggu berbulan bulan  proyek yang dijanjikan tidak jelas ada atau tidak.

Pernyataan sekaligus pengakuan  Sulthan yang  kecewa atas perilaku oknum dinas tersebut bahkan sudah direkam dan dikirim ke sejumlah pejabat termasuk Bupati,wakil Bupati Majalengka dan Kapolres. Namun hingga kini belum ada tanggapan.Bahkan nomor kontak Bupati yang tadinya aktif setelah dikirimi rekaman tersebut kini tidak aktif lagi.

Menurut Sulthan selain dirinya yang menjadi korban ada sejumlah pengusaha lainya yang bernasib sama, sudah setor uang namun proyeknya tidak ada.Sulthan mempertanyakan apakah memungut uang  terlebih dahulu merupakan tradisi  di Majalengka  apakah bupati tahu ada  dinas seperti ini ,dinas yang meminta uang dan menjanjikan proyek.

Putra mantan Ketua MPC Pemuda Pancasila kabupaten Majalengka  Abah Encang itu berharap pemerintah dalam hal ini Bupati  dan anggota DPRD untuk meminta keterangan  terhadap Dinas apakah praktek seperti ini akan dibiarkan. Sulthan juga meminta Kapolres untuk mengungkap masalah ini dengan  data dan fakta yang ada .

Menurutmya, apa yang disampaikanya dapat dipertanggung jawabkan dengan bukti-bukti yang sudah dipegang,apabila tidak terbukti ia siap diproses secara hukum bahwasanya apa  yang ia nyatakan benar adanya bukan fitnah,  apa yang disampaikan  ada buktinya.

Sementara itu ketua BPC Gapensi kabupaten Majalengka Deni Krisnandi menyayangkan apabila apa yang disempaikan oleh mantan ketua KNPI itu benar adanya.Diakuinya memang selama ini mendengar isu adanya jual beli proyek yang dilakukan oleh dinas  namun diakuinya ia sendiri belum memiliki data tentang hal itu.

Sebagai ketua asosiasi pengusaha jasa konstruksi Deni mengaku sangat prihatin dengan kondisi dunia jasa konstruksi yang ada di kabupaten Majalengka saat ini.Sebagian besar dari pengusaha Jakon yang bergabung di Gapensi sudah banyak yang gulung tikar.

Menurutnya, kurangnya komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dengan kalangan pelaku usaha jasa konstruksi yang ada di Majalengka menyebabkan dunia  Jakon di Majalengka saat ini tidak kondusif. (Red).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
50 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
50 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




Enter Captcha Here :

Previous post Hubungan DPRD dan Bupati Majalengka Kurang Mesra, Akankah Interpelasi?
Next post Kejati Jabar Dinilai  Lamban, Aperma Kirim Surat Ke KPK