Mantan Ketua KNPI Majalengka Prihatin Ada Dinas Lakukan “Pungli”
Majalengka,(Sinarmedia).-
Mantan ketua KNPI Majalengka Sulthan Saddam merasa prihatin dan kecewa ada dinas yang meminta sejumlah uang kepada para pengusaha dengan dalih akan diberikan proyek.Namun setelah ditunggu berbulan bulan proyek yang dijanjikan tidak jelas ada atau tidak.
Pernyataan sekaligus pengakuan Sulthan yang kecewa atas perilaku oknum dinas tersebut bahkan sudah direkam dan dikirim ke sejumlah pejabat termasuk Bupati,wakil Bupati Majalengka dan Kapolres. Namun hingga kini belum ada tanggapan.Bahkan nomor kontak Bupati yang tadinya aktif setelah dikirimi rekaman tersebut kini tidak aktif lagi.
Menurut Sulthan selain dirinya yang menjadi korban ada sejumlah pengusaha lainya yang bernasib sama, sudah setor uang namun proyeknya tidak ada.Sulthan mempertanyakan apakah memungut uang terlebih dahulu merupakan tradisi di Majalengka apakah bupati tahu ada dinas seperti ini ,dinas yang meminta uang dan menjanjikan proyek.
Putra mantan Ketua MPC Pemuda Pancasila kabupaten Majalengka Abah Encang itu berharap pemerintah dalam hal ini Bupati dan anggota DPRD untuk meminta keterangan terhadap Dinas apakah praktek seperti ini akan dibiarkan. Sulthan juga meminta Kapolres untuk mengungkap masalah ini dengan data dan fakta yang ada .
Menurutmya, apa yang disampaikanya dapat dipertanggung jawabkan dengan bukti-bukti yang sudah dipegang,apabila tidak terbukti ia siap diproses secara hukum bahwasanya apa yang ia nyatakan benar adanya bukan fitnah, apa yang disampaikan ada buktinya.
Sementara itu ketua BPC Gapensi kabupaten Majalengka Deni Krisnandi menyayangkan apabila apa yang disempaikan oleh mantan ketua KNPI itu benar adanya.Diakuinya memang selama ini mendengar isu adanya jual beli proyek yang dilakukan oleh dinas namun diakuinya ia sendiri belum memiliki data tentang hal itu.
Sebagai ketua asosiasi pengusaha jasa konstruksi Deni mengaku sangat prihatin dengan kondisi dunia jasa konstruksi yang ada di kabupaten Majalengka saat ini.Sebagian besar dari pengusaha Jakon yang bergabung di Gapensi sudah banyak yang gulung tikar.
Menurutnya, kurangnya komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dengan kalangan pelaku usaha jasa konstruksi yang ada di Majalengka menyebabkan dunia Jakon di Majalengka saat ini tidak kondusif. (Red).