Luar Biasa ,Baru Sepekan Bupati Gelar Mutasi Pejabat Lagi
Diduga Langgar Aturan
Majalengka,(Sinarmedia).-
Parah,demikian komentar yang dilontarkan oleh pengamat kebijakan publik Deni Sail menyikapi kebijakan mutasi yang digelar Bupati Majalengka Karna Sobahi jelang masa jabatanya berakhir.Bagaimana tidak , disisa waktu jabatanya yang tinggal menghitung hari Bupati Karna menggelar dua kali mutasi.
Menurut Deni Sail, lebih parah lagi mutasi yang digelar terkesan “semau gue “ tidak memperhatikan aturan yang berlaku seperti Peraturan BKN Nomor 5 tahun 2019 tentang Tata cara pelaksanaan Mutasi.Sebagian besar pejabat yang dimutasikan tidak sesuai dengan kompetensi karena tidak sesuai dengan latar belakang pendidikanya.
Dalam Peraturan BKN No 5 tersebut disebutkan bahwa mutasi dilakukan atas dasar kesesuaian antara kompetensi PNS dengan persyaratan jabatan ,klasifikasi jabatan dan pola karier dengan memperhatikan kebutuhan organisasi dan dengan memperhatikan prinsip larangan konflik kepentingan.
Mutasi yang dilakukan Bupati Bahkan terkesan dijadikan mainan, hal itu terjadi pada jabatan Sekcam Sukahaji yang tiba-tiba baru sepekan dipindahkan menjadi Sekcam Sindangwangi pada mutasi yang digelar Kamis (30/11) .
Berdasarkan rilis yang dikeluarkan BKPSDM Sekcam Sukahaji dijabat oleh Sulaeman Kurdi dan Sekcam Sindangwangi dijabat oleh Wawan Munawar yang merupakan kerabat Bupati .Sepekan kemudian Sulaeman dan Wawan bertukar tempat, Sulaeman jadi Sekcam Sindangwangi dan Wawan jadi Sekcam Sukahaji.
Sulaeman Kurdi saat dikonfirmasi Sinarmedia membenarkan dirinya kini bertugas menjadi Sekretaris kecamatan ( Sekcam) Sindangwangi.Munurut informasi yang diperoleh Sulaeman hal itu dikarenakan ada kesalahan draf mutasi.
Tidak hanya sampai disitu, sikap Bupati yang memanfaatkan masa akhir jabatanya untuk mutasi terlihat jelas. Baru sepekan lebih melakukan mutasi, pada hari Senin (11/12) sore Bupati Karna kembali melakukan mutasi dan pengkatan pejabat eselon III dan IV serta sujumlah kepala sekolah SMP.
Hal tersebut sangat terlihat jelas Bupati Karna sangat tidak profesional dalam penyelenggaraan mutasi, pertanyaanya mengapa mutasi teresbut terkesan mendadak tidak bersamaan dengan mutasi sebelumnya.
Dalam Mutasi yang digelar senin kemarin ada tiga pejabat yang dimutasikan satu orang rotasi dan dua orang promosi.Rini Kusrini menjadi Kabid Pelayanan dan Keperawatan dan Kebidanan di RSUD Cideres, Yeni mendapat promosi menjadi Kabid Pemberdayaan lembaga kemasyarakatan dinas BPMD dan Nanan dari pelaksana di dinas kesehatan mendapat promosi menjadi Kasubag umum di dinas Pariwisata dan kebudayaan.
Draf Mutasi Bocor
Sementara itu dibalik gonjang-ganjing mutasi yang dianggap tidak profesional , beredar catatan yang disebut-sebut sebagai draf mutasi.Dalam catatan draf mutasi tersebut ada sejumlah nama pejabat yang dimutasikan merupakan titipan sejumlah orang termasuk pejabat hingga anggota DPRD.
Salah seorang anggota DPRD yang namanya tercantum dalam draf mutasi ketika dikonfirmasi terkait dengan titipan dalam mutasi tersebut mengaku tidak kenal dengan pejabat yang diduga titipanya. Namun ketika ditantang untuk melaporkan pencatutan nama dirinya ia menyatakan akan melakukan klarifikasi dengan yang bersangkutan.
Sekretaris daerah (Sekda ) Majalengka Eman Suherman saat dimintai tanggapanya terkait mutasi yang digelar Senin (11/12) lagi-lagi enggan memberikan komentar .(Red.01).