Luar Biasa ,Baru Sepekan Bupati Gelar  Mutasi Pejabat  Lagi

Read Time:2 Minute, 25 Second

Diduga Langgar Aturan

Majalengka,(Sinarmedia).-

Parah,demikian komentar yang dilontarkan oleh pengamat kebijakan publik Deni Sail menyikapi kebijakan mutasi yang digelar Bupati Majalengka Karna Sobahi jelang masa jabatanya berakhir.Bagaimana tidak , disisa waktu jabatanya yang tinggal menghitung hari Bupati Karna menggelar dua kali mutasi.

Menurut Deni Sail, lebih parah lagi mutasi yang digelar terkesan “semau gue “ tidak memperhatikan aturan yang berlaku seperti Peraturan BKN Nomor 5 tahun 2019 tentang Tata cara pelaksanaan  Mutasi.Sebagian besar pejabat yang dimutasikan tidak sesuai dengan kompetensi  karena tidak sesuai dengan latar belakang pendidikanya.

Dalam Peraturan BKN No 5 tersebut disebutkan  bahwa mutasi dilakukan atas dasar kesesuaian antara kompetensi PNS dengan persyaratan jabatan ,klasifikasi jabatan dan pola karier dengan memperhatikan kebutuhan organisasi dan dengan memperhatikan prinsip larangan konflik kepentingan.

Mutasi yang dilakukan Bupati Bahkan terkesan  dijadikan mainan, hal itu terjadi pada jabatan Sekcam Sukahaji yang tiba-tiba baru sepekan dipindahkan  menjadi Sekcam Sindangwangi pada mutasi yang digelar  Kamis (30/11) .

Berdasarkan  rilis yang dikeluarkan BKPSDM Sekcam Sukahaji dijabat oleh Sulaeman Kurdi dan Sekcam Sindangwangi dijabat oleh Wawan Munawar yang merupakan kerabat Bupati .Sepekan kemudian Sulaeman  dan Wawan bertukar tempat, Sulaeman  jadi Sekcam Sindangwangi dan Wawan jadi Sekcam Sukahaji.

Sulaeman Kurdi saat dikonfirmasi  Sinarmedia membenarkan dirinya kini bertugas menjadi Sekretaris kecamatan ( Sekcam) Sindangwangi.Munurut  informasi yang diperoleh Sulaeman  hal itu dikarenakan ada kesalahan draf mutasi.

Tidak hanya sampai disitu, sikap Bupati yang memanfaatkan masa akhir jabatanya  untuk mutasi terlihat jelas. Baru sepekan lebih melakukan mutasi, pada  hari Senin (11/12) sore Bupati Karna kembali melakukan mutasi  dan pengkatan pejabat eselon III dan IV serta sujumlah kepala sekolah SMP.

Hal tersebut sangat terlihat jelas Bupati Karna sangat tidak profesional dalam penyelenggaraan mutasi, pertanyaanya mengapa mutasi teresbut terkesan mendadak tidak bersamaan dengan mutasi sebelumnya.

Dalam Mutasi yang digelar   senin kemarin ada tiga pejabat yang dimutasikan satu orang rotasi dan dua orang promosi.Rini Kusrini menjadi Kabid Pelayanan dan Keperawatan dan Kebidanan di RSUD Cideres, Yeni mendapat promosi menjadi Kabid Pemberdayaan lembaga kemasyarakatan dinas BPMD dan Nanan dari pelaksana di dinas kesehatan mendapat  promosi menjadi Kasubag umum di dinas Pariwisata dan kebudayaan.  

Draf Mutasi Bocor

Sementara itu dibalik gonjang-ganjing mutasi yang  dianggap tidak profesional , beredar catatan yang disebut-sebut sebagai draf mutasi.Dalam catatan draf mutasi tersebut  ada sejumlah nama pejabat yang dimutasikan merupakan titipan sejumlah orang  termasuk pejabat hingga anggota DPRD.

Salah seorang anggota DPRD yang namanya tercantum dalam  draf mutasi ketika dikonfirmasi  terkait dengan   titipan dalam mutasi tersebut  mengaku tidak kenal dengan pejabat yang diduga titipanya. Namun ketika ditantang untuk  melaporkan pencatutan  nama dirinya ia  menyatakan akan melakukan klarifikasi dengan yang bersangkutan.

Sekretaris daerah (Sekda ) Majalengka Eman Suherman  saat dimintai  tanggapanya terkait mutasi yang digelar Senin (11/12)  lagi-lagi enggan memberikan komentar .(Red.01).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
50 %
Excited
Excited
25 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
25 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




Enter Captcha Here :

Previous post APERMA Dukung Demo Kejati Jabar Ungkap Kasus Pasar Cigasong
Next post Gara-Gara Anggota PAN Tidak Hadir ,Interpelasi Bupati Majalengka Batal